oleh

Haul ke 59 Raja Bone ke 32 dan 34 Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim di Bone Meriah

Karyarakyatku.com, Bone… Haul ke 59 Raja Bone ke XXXII dan ke XXXIV Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim kali ini diperingati di Kabupaten Bone tepatnya di Istananya Sendiri yang saat di dijadikan Museum La Pawawoi Karaeng Sigeri di Jalan MH. Thamrin Watampone Sabtu (4/4/2026).

Ratusan keluarga dan kerabat memadati tempat Haul, baik cucu dan cicit langsung dari Andi Mappanyukki, maupun keturunan kerabat dari Andi Mappanyukki yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Wija Arumpone (KKWA) dan Hal ini di inisiasi l oleh Cucu Langsung Andi Mappanyukki yakni Andi Bau Zaldi Datu Appo Mappanyukki.

Hadir dalam acara yang arsiteki ketua Panitia Andi Irfandy Poke, menghadirkan Sejumlah kerabat dan keturunan Raja Bone dalan Haul, dan beberapa di antara mereka merupakan tokoh yang pernah memimpin berbagai kabupaten, seperti Barru dan Gowa.

Pahlawan Nasional yang Disegani Penjajah

Cucu langsung Andi Mappanyukki, Andi Muhammad Bau Sawe Mappanyukki, mengenang kembali keberanian sang kakek dalam melawan penjajah. Menurutnya, Andi Mappanyukki sudah turun ke medan perang sejak berusia 16 tahun.

“Kakek kami adalah sosok pemberani yang sangat disegani Belanda. Beliau memegang teguh prinsip malempu (jujur), getteng (tegas), warani (berani), dan cerdas,” ujar Bau Sawe.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa Andi Mappanyukki lahir di Jongaya, Gowa, dan merupakan Putra Mahkota Raja Gowa ke-34. Sosoknya tidak hanya dikenal sebagai pejuang dan panglima perang, tetapi juga sebagai ulama dan umara yang dihormati.

Selanjutnya, Bau Sawe menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Bone atas kepeduliannya menjaga literasi sejarah. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 50 buku yang telah terbit untuk mengupas tuntas kiprah sang pahlawan.

Bupati Bone Minta Masukan Keluarga Raja

Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, yang hadir bersama Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin, mengaku menjadikan Andi Mappanyukki sebagai panutan utama. Ia menilai sifat amanah dan keberanian sang Raja harus terus hidup dalam sendi pemerintahan.

Oleh karena itu, Andi Asman secara terbuka meminta para keturunan (wija) Arumpone untuk tidak ragu memberikan saran maupun teguran kepada pemerintah.

“Kami ini manusia biasa yang bisa saja khilaf. Karena itu, keluarga besar Wija Arumpone wajib memberikan peringatan jika ada hal yang kurang dalam kepemimpinan kami, baik lewat surat maupun pesan pribadi,” tegas Andi Asman.

Kegiatan ini pun berakhir dengan doa bersama, memperkuat silaturahmi antara pemerintah daerah dan keluarga besar bangsawan Bone demi kemajuan Bumi Arung Palakka ke depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *